Wednesday, December 14, 2011

the dancing leaf...

mmbuka pintu taman blakang...
Melihat rumput yg bergoyang..

Aku : 'rumput, kmu kok goyang goyang?'
rumput : 'krna angin meniup ku'
A: 'aku kra krna km bhagia'
R: 'tidak selalu'
A: 'tapi kan kmu kuat, tak akan tumbang oleh topan'
R: 'kadang, tapi ku rasa aku memang kuat, tetap brdiri lagi walau kalian menginjak ku, walau kalian melepaskan akar2 ku dari tanah tempat peraduan ku, ank cucu ku akan trus mlanjutkan perjuanganku'
#ucap rmput dgn bangganya#

A: 'begitukah?'

'boleh kah aku bertanya kpadamu? Skalian curhat,
aku kok akhir2 ini membenci org2 ya, aku benci si A, si B, si C, banyak, yg pada akhirnya membuat ku benci pda diriku sndiri, tp kebencian it tdk mampu menutup kbencian ku kpda yg lain..'

R: 'wahai ank muda, tak salahkah kw brtanya kpada ku?
Knapa manusia slalu bertanya pada rmput yg bergoyang?
Tak ckup canggihkah mesin pencri google?
Bahkan seandainya aku punya jari pun, aku akan mengetikkan "cara bertahan hidup saat musim kemarau" di google..

Aku ini bodoh anak muda, tak sadarkah kau?
Terkurung d antara tembok2 putih ini,
berharap langit menangis setiap hari menjatuhkan kristalnya karna kau sdh tak mmbriku air lg.
Mencoba menggapai gapai air d dalam tanah kering ini dengan kaki kaki akar ku yang pendek,
tak jarang saling berebut dgn rumput2 yg lainnya,.
Bahkan saat cacing2 itu menggerogoti ku, aku hanya bisa menatap tak berdaya,.
Masih waras kah kau brtanya kpada ku yg tidak mengerti arti hdup ini? Yg stiap hari kalian injak? '

A: '.........'

No comments:

Post a Comment