Thursday, October 25, 2012

Old Friends,.?

Sebenarnya aku kepikiran,
sama seseorang yang nyeletuk gini,
"ayo udah, kita nyari temen baru,."
saat sedang ngumpul nunggu jam kuliah,.

sebenarnya, ada apa sih dengan teman lama?
sudah habis masa kadaluarsanya kah?

minggu yang kemaren, kami kemping ke sempu,.
bertemu dengan teman teman baru tentunya, bertemu dengan dunia yang baru pastinya,.

malam minggu kemaren, anak anak juga ikut ngawasin camp elektro,
bertemu dengan orang orang baru juga pastinya,. bertemu dengan para maba elektro juga tentunya,.

kita mengobrol bareng kan di dinginnya malam maupun di hangatnya api unggun? di balik kesunyian kabut maupun kemeriahan cahaya lampu dan kembang api dari camp sebelah? bukankah kita tetap merasa hangat jauh didalam hati kita,..?

acara kejutan terakhir itu? tak berkesankah untukmu? atau kau hanya memandangnya sebagai balas budi?

senin malam selasa,.
kita bertemu dengan orang orang baru kan? teman teman baru?
masing masing dari kalian membawa teman baru,.

kau tau? sebelum bergabung dengan kalian aku mengunjungi teman lama?
kau tau? aku masih merasa miris saat melihat matanya,. aku salut akan pengorbanannya,.
tapi apa yang dapat kulakukan? itu urusan kalian berdua,.
aku kan juga ga mungkin mengakrab.i.nya,. mau di pandang apa aku ntar?
penikung?

saat sampai di TKP, teman lama yang lain juga ngesms, bertanya aku dimana, terus berkata "aku mau ngambil teflon yud, kata emak kreditannya belum lunas, hehe" 

-__-"

selesai makan, aku ingat, karena kosnya deket daerah sini, jadi aku ngesms teman lama,.
tapi teman teman baru itu mengajak perjalanan langsung di sambung menuju batu,.

tapi aku ingin bertemu teman lama,.

kuputuskan menemui teman lama,. menuju kosnya walaupun tak tau jalan dan bertanya tanya,.
aku sampai, aku ngobrol.
dan dy berkata "eh, aku pengen ngasi tau dy klo kamu ada disini,."
"tapi,. kyaknya kontakku udah dy hapus,..."

aku cuma bisa diam mendengarnya,.

ntah dy sendiri yang ngapus ato emang teman lama yang ngapus,. ntahlah,. aku g ngerti handphone jenis itu,.

dan obrolan kami ternyata juga masih seperti yang dulu, masalah yang d utarakan juga masih masalah dulu,.
ada senang ada sedihnya saat mendengar itu,.
senang, karena mendengar kmu lebih giat belajar sekarang, sedih karena kamu tetap berpikiran seperti "itu",.
seakan akan aku mengerti klo beban yang dulu masih belum hilang,. beban "seandainya" dari seorang kepala rumah tangga,..

dan temanku masih ngajak ke batu,.
aku bilang aku akan kesana seandainya kalian mau menunggu,.
dan mereka mau,.
aku pamit pulang kepada teman lama,.
mencoba mengajaknya, tapi orang waras juga bakalan nolak di ajakin ke batu pada jam segitu, di kota aja udah dingin, apalagi di batu,.
dan dia berpesan "lebih baik cari pacar dulu sebelum ke batu."
dan aku hanya bisa membalas dengan tawa dan sebuah kalimat yang di sambutnya dengan tawa,.


aku menuju kos teman lama yang juga ingin menyusul ke batu,
aku sampe depan kosnya, tapi saat mau ngesms, pulsa ku abis (jgn tanya kenapa aku tidak teriak, atao mengetuk saat itu) aku ke tempat jual pulsa d sebelahnya, aku sadar uang ku abis, cuma tinggal serebo, itu juga 500 uang ku, dan 500 nya lagi uang hasil ngemis,.
mana aku kebelet,

otakku yang terbiasa santai mulai berdecit saat aku paksa berpikir langkah apa yang harus d utamakan,.
1) ngutang pulsa di counter pulsa terus numpang kencing
2) numpang kencing di counter trus ngambil uang ke atm
3) gedor2 pintu kos temen ku terus kencing di tempat kamar mandi kosnya
4) kencing di celana
4) ke atm dulu baru nyari tempat kencing baru beli pulsa
5) ke atm, beli pulsa, numpang kencing d counter pulsa, ngsms tmen.
6) ke atm, beli pulsa, ngsms tmen, numpang kencing d kosnya,

setelah memikirkan, menimbang dan mengingat klo di conter pulsa juga belum tentu ada toilet, dan ngeliat mas yg jaga counter menatap dengan penuh selidik seakan akan bilang g bakal ngasih utangan pulsa, aku putuskan untuk ke atm dulu, ngambil uang, nyari toilet d dekat ATM, yang untungnya nemu, ngegunain uang seribu perak tadi buat bayar parkir, beli pulsa, dan terakhir ngesms temen.

rencana ke batu jam setengah sepuluh, keasikan ngobrol jadi jam 10 lewat bru berangkat, dari kos temen mikirin pulsa ama kencing udah lebih dari jam stgah 11 kyaknya baru dah bener2 berangkat ke batunya,.



di tengah perjalanan temenku nanya,. "apa sih yang kita kejar ke batu ini? ketan?" (karena ank2 yg udah pada ke batu pada ngumpul d warung ketan)
aku cuma bisa menjawab "iseng aja,. haha.."
padahal ku pikir lebih dari itu,..
aku hanya ingin berada diantara keduanya,. semuanya,. ntah itu teman lama, ataupun teman baru,.
aku benci untuk memihak,. jika memang masih bisa bersama mereka semuanya, aku tak ingin memilih salah satu,.



selama mereka masih mau menungguku,. kurasa tak mengapa jika aku harus menghampiri mereka,.
ntah itu teman lama maupun teman baru,. aku hanya ingin menyebutnya,.

"teman."

No comments:

Post a Comment