"Jika Anda ke Semeru karena nonton 5cm. berarti Anda PALSU"
begitulah kira kira yang tertulis di salah satu buku tamu tempat kami menginap sementara di Tumpang,.
yang di tulis oleh seseorang yang berasal dari Jogja klo tidak salah,.
perjalanan kali ini di mulai dari stasiun Arjosari Malang dan kemudian menuju salah satu rumah tempat kami beristirahat sementara, yaitu di daerah Tumpang.
besok pagi harinya (22 -12 -12) baru kami akan menuju Ranu Pani dengan menggunakan truk.
Yap. Ranu Pani, Semeru, kesitu kami akan menuju,.
para petualang mana yang tidak tau Semeru? gunung tertinggi di dataran Jawa ini?
yang di penuhi dengan memoriam2 para pendaki yang hilang atau meninggal di gunug tersebut,.
menuju Mahameru,.
puncak para dewa,....
hmm,. kita akan skip saja cerita tentang bagaimana indahnya pemandangan Bromo yang kita liat saat menuju Ranu Pani, Awesome lah,. liat di google aj yak,.
jadi tibalah kita di Ranu Pani, menurunkan barang, mengisi formulir pendaftaran, bayar,
jadi sebelumnya kita sudah menyiapkan masing-masing 2 buah fotocopi surat keterangan sehat dan fc. KTP
serta 1 materai untuk 1 kelompok,
serta membaca peraturan2 yang tertempel di dinding.
secara garis besar, yang paling di wanti wanti itu adalah,
1. orang hilang. nyasar, meninggal. jadi, jangan sombong untuk berkreatifitas sendiri, selalu berkelompok.
2. Sampah, para pendaki wajib membawa turun sampahnya kembali, cukup sampahnya sendiri, sunnah untuk membawa sampah orang lain. jika tidak membawa sampah saat turun, maka akan di kenakan denda 100 rb/org.
ni rombongan kita
rombongan kami terdiri dari kota Malang - Semarang - Bali dan Surabaya
dan dimulai lah perjalanan melelahkan menuju Ranu Kumbolo,
sebelum Ranukumbolo, kita melewati Waturejeng dulu,
dari Ranupani-Waturejeng = 5 km - 90 menit
Waturejeng-Ranukumbolo = 5 km - 90 menit
deket aj kan? ga lama kan? yah, sekitar itu lah,. tergantung stamina masing2 :p
*aslinya, capek banget! kerasa udah jalan berhari hari! Ujan ujanan lagi.
**waktu 90 mnit di atas bukan atas dari apa yang ku jalanin kemarin, tetapi di lihat dari apa yang tertulis di baju yang ku beli di Ranupani saat udah turun mau pulang. soalnya saat naik kemaren ga pake jam, jadi ga mikir berapa lama nyampe, pokoknya udah kayak jalan berhari hari.. :(
sebelum nyampe ranu kumbolo, di perjalanan panjang kita, bakal nemuin 4 buah pos.
pertama, di sebut pos 1, pos kedua disebut pos 2 *yaiyalaaahh*
yang ketiga, di sebut pos 3 -___-
masalahnya adalah, pos 3, di sebut juga bekas pos, karena saat itu posnya udah hancur,
adalah tempat beristirahat sebelum melewati apa yang mereka sebut "Tanjakan Maut"
jadi bukan cuma Tanjakan cinta yang ada di Semeru, Tanjakan Maut juga ada,.. penasaran gimana tanjakannya? Maut pokoknya !! capekkk !! nanjak mulu ! Ujan ! Licin ! :(
oke, kita beralih ke pos 4, ini adalah pos ternyaman menurut ku,. kenapa?? karena kita bakal di suguhin pemandangan Ranukombolo dengan Tanjakan cinta di belakangnya,.. Awesomeee :)
bentar, dari sini Ranukumbolo emang deket, tapi kita baru di depannya, jadi harus muter dulu menuju Ranukumbolonya,. baru dehh,. Tepar di Rakum,. -____-"
Rakum itu sudah berada di atas awan, jadi seringnya berkabut,.
nyampe, diriin tenda, tepar, makan makan, istirahat,
besok paginya perjalanan di lanjutkan ke Kalimati,.
yang tertulis di baju, dari Ranukumbolo - Kalimati itu 5 km = 180 menit
ak sendiri gatau menghabiskan berapa menit,.
cape banget :(
paling belakang di antara rombongan pokoknya,.
jadi kan, setelah Ranukumbolo, kita ngelewatin tanjakan cinta tuh, kenapa di sebut tanjakan cinta? karena katanya bentuk gunung yang kita naikin itu kayak love,
walaupun ak masih ga ngeh! dimana bentuk love nya -_-
bagiku lebih cocok di sebut Tanjakan Maut jilid 2 -_____-"
cape rekk,.
mungkin memang biar kita tambah semangat aj naiknya ya,
tapi boro boro mikir orang yang di suka sambil nanjak,
aku lebih mikir gimana ngelepas baut ni kaki sementara buat di istirahatin -_-
alhasil, sebelum nyampe di 2 pohon yang katanya akhir dari tanjakan cinta itu aku sudah duduk lemas natap berbalik arah ke rakum,. :p
di balik tanjakan cinta, ada Oro-oro ombo,. ini nih tempat yang ak suka,.
ngelewatin padang ilalang,.
terus klo di liat dari atas juga ada kyk crop cyrcle yang bertuliskan nama orang tau tulisan tulisan apalah itu,.
*aslinya tau ga? disini gw mual banget, tenaga dari sarapan "Nasi goreng jawa dari Ransum TNI" yang 1 porsi dimakan anak 4 ini kayaknya udah langsung habis di gunakan buat naik tanjakan cinta.
anggap udah nyampe kalimati, klo di ceritakan lebih jauh tentang perjalanannya mungkin isi paragraphnya cuma berisi kata "capek" yang di tulis berulang ulang :p
ketinggiannya udah 2700 mdpl, :3
disini kita ngecamp, sebenarnya begini, tempat terdekat buat ngecamp untuk muncak itu adalah Arcopodo
tapi kita memutuskan ngecamp disini dengan pertimbangan :
1) akses air lebih mudah, kenapa? karena disini ada sumber air.
2) melanjutkan perjalanan ke Arcopodo dengan medan yang nanjak dengan membawa carrier yang berat itu sangat melelahkan -_-
disini, kali mati, sebenarnya juga adalah tempat banyak tumbuhnya bunga Edelwish,
tapi saat ini bukan musimnya, jadi sampe sekarang ak jg blm ngeh gmana bentuk bunganya,.
dan yang paling keren dari kalimati adalah,.. view terdekat untuk melihat Mahameru !!
Awesome !! :D
ngelamun sambil mandangin Mahameru itu bener2, apa ya,. betah lah mungkin bisa di bilang,.
dengan pesimisme, atau optimisme? terserah, kesitulah kita akan menuju,. Mahameru,. :))
jadi kita buka tenda, istirahat, makan, cerita2, sembari menunggu malam menyelimuti dan udara dingin menusuk badan,.
dan finally, anak2 semarang dan beberapa orang lain udah duluan berangkat, sekitar jam 11 malam, kami baru siap2.
aku make baju kaos 2 lapis, sweter 1, jaket polar 1, sarung tangan, kupluk, syal, slayer, celana panjang di lapis celana jas hujan.
membawa tas kecil berisi air dan jas Hujan,.
setelah semuanya siap, 1 org yang ga ikut muncak, ngejaga tenda,
dan berkumpullah kami sebanyak 9 orang, melingkar,.
dan berdoa,..
tulus memohon,.
oke, perjalanan membelah angin dingin itu di mulai, dengan beribu bintang yang terasa sangat dekat,
cahaya senter yang mencoba menyingkap gelap, langkah kaki mulai terdengar berjalan bergantian,.
tak hanya rombongn kami, rombongn dari tenda tenda yang lain juga mulai keluar,.
dan sampailah kami di Arcopodo,.
selama perjalanan dari Kalimati - Arcopodo, kelompok kami selalu ber 9, satu istirahat maka yang lain juga istirahat.
berbeda dengan sebelumnya, perjalanan2 sebelumnya tidak mengapa jika terbagi menjadi 3 tau 4 kelompok kecil dengan 2 atau 3 orang, atau sendirian sekalipun.
tapi malam ini, kita harus bersama sama,.
saat di Arcopodo, kami istirahat, makan nasi putih yang udah di masak tadi sore dengan lauk tempe yang di kasi sama anak2 dari Bali.
Arcopodo adalah daerah penuh dengan pohon cemara,.
satu yang membuatku penasaran, yaitu Arca Padha, di manakah kedua patung tersebut?
ntahlah,. kami tak melihatnya, katanya kedua arca itu berada di jalur yang lain,.
setelah melewati batas vegetasi, di mulailah perjuangan tekad maupun fisik kami,
kami sudah tidak berr9 lagi, semua orang bebas untuk menuju puncak duluan, tidak harus saling tunggu,
dan juga yang menyenangkan saat di Arcopodo adalah saat kita melihat cahaya cahaya senter para pendaki sepanjang jalur Mahameru,. beekkhhhh,.. ! Fucking Awesome !!
awalnya aku di depan bersama temanku yang satunya, meninggalkan yang lain jauh di belakang,.
langkah benar2 ringan,.
tapi lama kelamaan, capekkk banget, teman teman yang lain menyusul satu persatu,.
sampai akhirnya tertinggallah aku di belakang paling sendiri -_-
susah untuk di jelaskan,. jika memaksakan berjalan, kaki sakit, nafas memburu, tapi bila diam, angin nya benar benar bikin ngantuk, ketiduran bahaya,.
kita juga harus awa dengan pasir yang kita pijak, maupun teriakan orang2 akan bahaya batu yang jatuh,.
jadi, moment2 yang menarik saat pendakian adalah,.
saat melihat orang yang bilang klo dy mau muntah,lalu pendaki di dekatnya menawarkan minuman hangat dari termos kecil,.
saat melihat seorang ce, yang meringkuk lama tak bergerak, mungkin karena kecapean, lalu orang atau temannya datang membawakan air, dan tu ce lanjut lagi untu muncak,.
saat melihat ce, sendiri, kayanya kecapean, istirahat, di balik batu, untuk melindungi dirinya dari angin, kemudian ngebuka mie instan dan memakannya mentah, keren banget dah gayanya ni ce,.
saat melihat awan merah sunrise,. walaopun belum nyampe puncak, tapi sudah melihat "samudera di atas awan" :)
dan yang paling berkesan adalah,. saat mendengar nyanyian lantang seseorang yang menyanyikan lagu "Tanah Air"
sumpah, pengen nangis, mataku berkaca kaca,. terharu banget,.
dy ngos ngosan, tapi masih bernyanyi dengan suara lantang sambil menuju puncak,.
sapa yang tak bersemangat berada di dekatnya??
mendengarkan lagunya, sambil melihat indahnya polesan sang Kuasa di tanah Indonesia ini benar benar,.
bersyukur,.
dan beban mental yang kubawa sepanjang perjalanan menuju puncak adalah kata kata
"Hipotermia" sama "dekat, namun ga nyampe nyampe"
ya, Mahameru, dari Arcopodo cuma kurang lebih 1 Km lebih aja,. tapi nanjak semuuuaaaaaaa,..
beban mental untuk lanjut, tau ngga,.
tapi satu sisi yakin, anak anak yang lain udah nunggu di atas, masa nyerah sekarang,
ngeliat wajah wajah para pendaki yang lainnya yang sama sama lelah, masa nyerah sekarang,.
dan kuputuskan untuk terus maju,.
aku yang terakhir di rombongan,. perjalanan sekitar 6 jam dari kalimati menuju Mahameru,.
tapi semuanya terbayar,. beban terangkat, seperti sebuah misi sudah selesai,.
tapi terlalu lelah untuk poto poto ;(
tapi ni ada beberapa foto,.
jelek banget yak,. haha,.
abisnya saya terlalu cape untuk berpose di yang ada tulisan 3676nya,. :p
tak berapa lama di atas, anak2 ngajakin turun,.
karena mereka emang udah lamaa,. -_-
yang ntah asem atau manis, turunnya itu cuma tinggal seluncuran doang, beda banget sama naiknya yang nanjak susah payah -_-
nyampe bawah, istirahat bentar, mampir arcopodo, langsung lanjut Kalimati lagi,.
kabarnya, saat jalan kembali dari mahameru menuju Kalimati atau Arcopodo itulah banyak pendaki yang hilang, ntah karena kelelahan atau yang lainnya.
kebayang ga tuh capeknya??
sebelum rakum, kan nurunin tanjakan cinta, tiba tiba namanya udah di ubah kelompok lain jadi turunan patah hati,. haha,..
sampe rakum, ngobrol, masang tenda, makan, abis itu tepar dah,. tidur ternyenyak selama perjalaanan ini,.
besok paginya baru masak besar,. ngabisin logistik yg ada,.
jadi semua bahan makanan yang tersisa di abisin atau di berikan ke pendaki lain yang belum naik,.
terus sebagian anak2 mandi, katanya kapan lagi bisa mandi di ketinggian 2400 mdpl -_-
|oke, habis itu kita bersih bersih, packing, ngebongkar tenda, terus pulang,.
yang Alhamdulillah ga seberat saat perjalanan pertama kita datang,.
kalo kata anak komunikasi Undip sih, itu namanya teori Pengenalan :p
beberapa info menarik tentang semeru juga adalah,
1. kalo pengen sunrise bagus di Ranukumbolo, datanglah di bulan September, aku lupa tanggal berapa, tapi mungkin sekitar sebelasan sampe akhir september, itu matahari terbit tepat di tengah2 bukit yang ada di depan Rakum,.
2. kasi hansaplast di atas hidungmu, atau pelembab, agar saat pulang nanti idungnya ga pecah pecah,.
3. mendaki di musim hujan lebih enak daripada di musim kemarau, karena pasirnya menjadi lebih padat, #enaknya aja segitu susahnya, gmana pas muncak saat musim kemarau??
4. saat musim kemarau, suhu di semeru lebih dingin, ranukumbolo bisa mencapai -20 derajat klo ga salah,
5. katanya jangan kerok'an di ranukumbolo, bukan mistis ato apa apa, tapi pori2 kita bakal lebih terbuka, dan membuka jalan si angin untuk masuk lebih leluasa, jadi mending minum tolak angin,. :p
yah, 5 aj kayaknya ckup yah,.
sekedar tambahan, kemaren itu ak desperate banget tau ga waktu perjalanan pulang,.
masalah air -_-, sampe nadah nadahin air ujan pake botol saking aus nya,. hopeless -_-
oke, kembali ke judul,
ada yang bertanya kenapa judulnya ROSE SUMMIT 3676 MDPL ?
sebenarnya, niatannya adalah meletakkan Mawar di memoriam Soe Hok Gie .
tapi sayang, memoriamnya udah di pindah tanggal 16 lalu, dan ketua rombongan yang punya niatan ga sempet beli mawarnya :p
awalnya, ketua rombongan yang ngajak ke Semeru memang utk memperingati atas meninggalnya Soe Hok Gie, tapi karena tanggal segitu kemaren semeru di tutup, jadi niatannya di tunda,.
tapi ya sudahlah,.
lagipula memoriamnya jg sudah tidak ada lagi,.
seperti kata Kode etik Penggiat alam "Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki"
dan sudah ada himbauan untuk memidahkan memoriam2 yang tersisa, baik di arcopodo maupun d ranu kumbolo,,.
“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur”
— Soe Hok-Gie




No comments:
Post a Comment