Jika seandainya, (nulis sambil dgrin backsoundnya Slank too sweet to forget [english version])
kamu adalah seseorang yang masih muda,
begitu tertarik dengan petualangan,.
kamu inginkan petualangan,
kamu ingin melihat dunia,. senja di belahan bumi lain,.
mencium aroma garam di udara sepanjang pantai,.
ataupun merasakan dinginnya angin gunung yang menusuk tulang,.
menyayat muka dengan terpaan dinginnya,.
menyelami laut biru dengan hamburan karangnya,.
atau berjalan menapak tanah coklat terjal berliku,
atau pun pasir luas yang membentang dengan terik matahari bermandikan keringat,.
menjauh dari bising kota dan aspal jalan yang panas,.
dari buku buku tebal yang tak terbaca,.
celotehan celotehan usang sang (maaf) guru,
pemandangan memuakkan dari para kaum borjuis,
derai tawa para kunti berbalut brand mewah,
ataupun hanya melarikan diri dari msalah masalah kecil seperti acara TV yang programnya sudah sangat tak bermutu,.
atau masalah kecil seperti lampu kamar mandi yang mati,.
kadang kita memang perlu lari,.
untuk bersiap menghadapi hari kembali,.
mundur 1 langkah untuk 2 langkah,.
tapi di sisi lain,. kamu tak boleh egois,.
kamu punya orang tua yang sangat peduli,.
yang tak akan mengijinkanmu berenang di laut,.
karena takut kamu tak bisa berenang,.
tapi mereka juga tak pernah mengajarkanmu berenang,.
cukup mereka yang bisa berenang,.
yang tak akan mengijinkanmu ke gunung,.
yang tak akan mengijinkanmu,. pergi jauh dari mereka,.
antara peduli, sayang , atau egois,.
tidak apa, mereka boleh egois, mereka orang tua kita,.
di sisi lain, sebagai anak, kita tak pernah membahagiakan mereka,.
tak pernah sebanding,.
bagaimana jika dengan tak pergi jauh, itu kan membahagiakan mereka?
bagaimana jika, dengan berbelanja ke mall itu akan lebih membahagiakan mereka daripada pergi ke laut,.
bagaimana jika, kita yang pergi jauh, dan terjadi sesuatu hal yang buruk pada kita,
bagaimana jika, kita yang pergi, dan tak ada disaat terjadi sesuatu yg buruk pada mereka (jangan,.)
oke, hal buruk, contoh nyata : kematian (tunggu, apakah kematian itu hal buruk?)
bisa terjadi di mana saja,. oke, siapapun tau itu,.
kematian datang dan pergi silih berganti sampai menutup zaman,.
masalahnya adalah,. persentase kemungkinan terjadinya suatu kematian di daerah tertentu,...
tapi di sisi lain, kamu juga mempunyai banyak sahabat sahabat yang akan menemani langkahmu,.
yang berada di depan menuntun jalanmu,. di samping mengimbangimu,. di belakang mensupportmu,.
untuk mengurangi persentase kematianmu,.
dalam rangka meraih puncak yang di kelilingi pohon pohon besar,.
menapaki jalan batu kerikil tanah yang terjal berliku,.
menyelami hangatnya air daerah tropis,.
teman teman yang menemanimu memandang ribuan bintang langit malam beralaskan pasir yang tak akan pernah kau dapatkan di tengah kota,.
melihat sunset dan juga sunrise di tempat tempat berbeda,.
memandang awan berarak sore hari,. atau menikmati hangatnya sinar matahari pagi,..
merasakan dunia baru yang memang positif,.
yang (mungkinn,.) akan kecewa jika kau tak ada bersama mereka,.
jadi, kita kan tak bisa membahagiakan semua pihak,. win win solution sangat sulit untuk di capai,. (bukan tidak mungkin)
bila ada yang berkata jangan bahagia di atas penderitaan orang lain, kurasa aku kurang setuju,.
bagaimana jika kasusnya sang juara olimpiade tertawa di atas kekalahan (tangisan) atlet atlet lain,.?
atlet atlet lain yang sudah memberikan waktu, tenaga, jiwa, raga, tangis, peluh nya untuk menjadi juara,..
jadi,. bagaimana?
menunggu sampai kau sudah tua, lalu kemudian berpetualang,.
percayalah, banyak orang tua yang menyesali kenapa ketika muda mereka tak menjelajah,.
menunggu dan menunggu?
jiwa mudamu hanya akan habis terbuang sia sia dimakan waktu,.
(dan dimakan buku buku tebal teori yang tak prnah bisa kau praktekkan)
jadi bagaimana?
mungkin ada satu hal yang harus di miliki masing masing pihak,..
"Kepercayaan"
bukan ketidak pedulian,..
orang tua bisa saja memakai hak "ketidakpedulian", begitu pula kita,.
tapi alangkah baikknya memakai kepercayaan,.
bagaimana jika,.. itu kamu??
#sudahlah, abaikan, ini cuma tulisan iseng,. buah pikiran, bukan buah hati,..
tapi sebenarnya terinspirasi dari percakapan di telpon,
M : "itu udah di transfer uang sekian,"
A : "iya ntar d cek,"
M : "pake aj uangnya buat belanja, pergi ke mall aj, jangan kegunung,."
A : "berarti pantai boleh,,..?"
M : "Jangan, ke mall aja, beli tas, baju, ato ap gtu,."
A : "beli tas gunung (carrier) boleh ?"
M : "boleh, tapi jangan ke gunung"
A : "..." "terus buat apa beli tas gunung,.."
haha, sebenarnya ak bukan anak gunung, atao pencinta alam sih,.
ak cuma cintah Indonesia,. tapi tidak dengan para penguasanya,..
lagipula mencintai suatu negara tidak selalu berarti harus menyukai pemerintah yang mengatur negara tersebut,. :)
No comments:
Post a Comment