Orang yang peduli ada lah orang yang mencari..
Respect itu respect,
prinsip itu prinsip,
kenapa,terlalu,serius?
Mungkin yang kutunggu selama ini adalah orang yang bertanya..
Orang yang ingin mendengarkan semuanya..
Akan ku gambarkan diagram statenya..
Lalu kenapa bukan aku yang bertanya duluan?
Kenapa bukan aku yang memberikan penjelasan duluan?
Lalu muncul lagi pertanyaan ku, "apa kamu kenal aku?"
aku yang benar-benar aku..
Prinsip-prinsip ku..
Jangan jauhi aku..
Kadang karena itu aku lebih memilih menepi membawa onggokan diri..
Sadar diri,
tak ingin menghalangi jalanmu..
Karna jika aku rindu pun hanyalah semu,
tak ingin ku memujamu,
alasan klasik kata mereka jika hanya ingin berteman,
ku bilang itu kejujuran,
toh yang tau hanya aku dan tuhan,
jika memang benar aku merindu tak kan aku ungkapkan,
kan kutikam berkali kali dengan belati,
jika memang benar aku mencinta tak kan aku sebarkan,
kan kupecahkan dengan palu,
karna cintaku pasti serapuh kaca tipis..
Jika memang benar aku peduli tak kan aku tunjukkan,
karna harga diriku lebih tinggi dari harga kepedulian ku,
ini bukan munafik, ini janji..
janji muna..
Untuk tidak menunjukkan, ungkapkan, dan sebarkan..
Sebelum kaca menjadi besi, dan harga menjadi tak berharga,..
Jadi apa yang kita lakukan ke orang yang tak bertanya?
Mendiamkannya salah paham?
Atau dengan ge.er nya kita bercerita?
No comments:
Post a Comment