Wednesday, July 4, 2012

Coffe Corner

"di atas masih kosong? yang di beranda?"
"oh, maaf mas, udah penuh,."

"ya sudah, di bawah aja,"

"cappucino panas 2, mawut, chess burger."

"so? "

"menurutmu, gaya hidup itu apa artinya?"
"maksudmu?"
"ya gaya hidup, sudut pandangmu tentang gaya hidup,."
"ya,. gaya,. "
"gaya kan? sehari hari kan?"
"..."


"jujur, aku bingung, apa sih gaya hidup kalian ini,.
aku melihat gaya hidup kalian ga habis pikir,. WAH gtu,. "
"ngerti sendiri kan, tingkah laku mereka, saat aku bersama dy, aku merasa -HIGH- , ini apa sih orang orang ini gtu loh, oh, ternyata seperti ini, tapi saat aku bersama mereka, bersama teman temanku, aku merasa -sambil menekan tangan ke bawah- aduh, termasuk orang yang seperti apa sih aku di mata mereka,."

"gaya hidup ya,. kamu ngerti sendiri kan,. mulanya dari saat -sensor- meninggal, dan di mulailah semuanya,.
intinya broken home,. kasih sayang mulai di ambil alih oleh uang,. kenakalan menjadi pelarian,. hanya yang benar benar kuat yang bertahan,. yang jauh yang tak terkontaminasi,. lingkungan baik yang menuntun ke arah kebaikan,."

"kamu udah nge.judge dirimu kurang kasih sayang duluan,."

"broken home ya,."
"iya, kmu kan blum pernah mengalaminya,. kmu tau sendiri kan kejadiannya,. aku di perlakukan seperti ini,. kurang kasih sayang,.  setiap anak udah di stereotip seperti ini seperti ini,. masa aku di samakan dengan -sensor- ..."

"ya ya, aku memang tak pernah mengalaminya, tak ingin mengalaminya,. dan jangan sampai mengalaminya,."

"tentang gaya hidup, okelah, kmu bilang kamu pernah ini ini ini, aku juga pernah, itu yang ngecat rumah sakit, belakangnya itu, aku kerja itu,. aku di marahin karena kerja. abis gajian aku kasi uangnya ke dy, ini ! aku kerja!"
"mungkin di situ juga salahmu,. memperlakukannya seperti itu,. bagaimanapun, kita harus lembut,."

"ini, saat seperti ini, aku bisa ngobrol seperti ini, tapi saat bersama orang orang itu lagi, aku hancur lagi"

"nah itu kamu tau, knapa g berubah,. rasanya kmu terlalu mudah terpengaruh,."

"jangan salah loh, aku juga belajar kehidupan dari mereka, salah satu dari mereka bilang seperti ini
'aku belum nikah, karena aku masih merasa belum sanggup untuk menghidupi keluargaku nanti, jika aku harus menikah nanti'
lalu aku bilang
'terus kenapa ga berubah untuk menyanggupinya?'
dy jawab
karena aku tak sanggup berubah sekarang, mungkin belum waktunya..'
aku cuma bisa bilang,
'kmu tau masalahmu, tapi tak mencoba memperbaiki nya, umur itu tak berbau,.'
"sebenarnya yang ku inginkan hanyalah agar keluarga ku kelak tidak mengalami keadaan yang seperti aku, agar bisa menghidupi keluargaku, memberikannya kasih sayang..  ada untuk mereka,. tidak seperti aku saat ini."


"terus? kmu tau kisah hidupnya, kenapa kamu tak belajar dari situ? kamu tau masalahmu apa,."

"aku belajar dari situ"

"oke, aku ubah kalimatnya, gmna klo seperti ini, belajar itu mudah, melaksanakan pembelajarannya itu yang susah,."
"sebenarnya jujur aku menganggap kalian itu,. apa ya,. gaya hidup disana itu kayak,. kampungan belum pernah ngeliat dunia,. belum membuka mata. hanya sebatas meliat di layar kaca,."
"disini, kmu bisa jadi apa pun yang kamu mau, sperti memulai lembaran awal lagi, memakai topeng berlapis lapis lagi,. sama seperti salah satu icon kota ini,. topeng malangan,.."

"yah,. "
"...."

"umur itu memang tidak berbau,.. kita juga tidak mungkin selamanya seperti ini kan,.?"


No comments:

Post a Comment