kenapa, saat seseorang pergi, seakan akan yang lain ikut pergi?
saat seseorang mendekat, yang lain ikut mendekat?
saat seseorang sudah mulai berlari, tidak ingin lama lama berherti, dan ingin terus lari,.
saat mulai berjalan, akan trus berjalan,.
mungkin hukum fisika memang berlaku,. benda yang yang diam akan cenderung terus diam,.
dan benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak,.
ntah itu hukum newton ke berapa.,..
ring basket tidak akan bergerak,.
gravitasi juga masih ada,..
jika tidak bisa memasukkan bola nya 1x, lakukan 2x, jika tidak bisa 2x, lakukan 3x, jika tidak bisa 100x, lakukan seribu kali,.......
batas kita hanyalah udara,.. udara yang kita hirup,.
matahari cuma sebagai pengingat, perpanjangan tangan dari sang waktu,.
waktu tak pernah memberi batas,.. tapi,
kita yang di beri waktu,..
semua orang menuju puncak,.
tapi jangan lupa melihat pemandangan,.
sebagian orang melewati jurang, sebagian melihat ke bawah, sebagian melihat ke atas,.
sebagian fokus ke depan,.
sebagian tertahan di perjalanan, sebagian tidak mengetahui kapan puncaknya akan di raih, sebagian bahkan belum memulai,..
aku,.. benar benar merasa di persimpangan,.
sebagian orang akan berpikir, sebagian akan tak peduli, akan lampu merah yang masih menunjukkan angka 23, cuma 23 detik,.
bisakah kita memegang prinsip untuk tak mengkorupsi waktu lampu merah walau di depan kita kekosongan seakan akan hanya kita yang hidup di kota ini?
bisakah kita tetap memegang prinsip walau hujan maupun terik panas menyengat tubuh kita?
bisakah kita ikhlas memberikan 23 detik kita?
bisakah kita terus memegang prinsip hidup kita?
orang bisa berubah, ? iya,.
orang bisa tetap mempertahankan karakternya? iya..
orang bisa tetap mempertahankan ideologinya? prinsipnya?
karakternya? saat kemampuannya sudah berubah? saat tanggung jawabnya sudah berubah? saat umurnya-yang-di-tuntut-untuk-dewasa juga berubah?
mempertahankan berarti tak berubah, tak berubah berarti tetap, tetap berarti tertahan,. tertahan berarti tak berkembang,..
really??
benda yang diam akan cenderung terus diam,. tapi yang bergerak juga akan cenderung terus bergerak,
apakah aku yang terlalu takut dengan perubahan?
bukannya posisi matahari setiap detik berubah?
apakah kau terlalu terpaku dengan ilusi rasi bintang yang tetap berada di koordinatnya setiap malam itu?
orang benar benar bisa berubah,. ataukah aku harus menyebutnya dengan kata "berkembang" ?
ataukah aku yang terlalu naif saat pertama kali menilai orang? sehingga aku pikir mereka berubah,.
dan atau atau yang lainnya lagi,.
kebebasan dan ketidak pedulian itu hanya berbatas benang tipis,
aku tidak pernah bisa mengerti dengan pikiran orang orang, contohnya saja di suatu waktu mereka bercerita dengan berbahagianya tentang seseorang, tapi di suatu waktu yang lain mereka menceritakan orang yang sama dengan kebencian yang dalam, sebuah nada seakan akan kebencian itu tercipta dari lahir,. tentang balas dendam,. tentang motivasinya membalas dendam,. dengan cara yang positif tentunya,..
tapi kenapa anak sekecil kami waktu itu sudah dapat berpikir kesitu? -ini hanyalah obrolan di suatu waktu yang lain-
obrolan yang tak dapat di simpulkan apakah aku yang terlalu naif, dia yang terlalu muna, aku yang terlalu muna, dy yang tak bisa bersyukur, aku yang terlalu kekanak kanakan untuk mengerti, atau apa..
karena kupikir dy hanya membebani diri sendiri dengan berfikir begitu,.
atau aku yang di satu sisi terlalu santai go with the flow?
aku yang benci kata kata motivasi, tapi selalu memotivasi diri sendiri hampir tiap hari,.
aku yang tak mengerti "aku",...
ada saat dimana keberanian harus diambil dan ketakutan di buang,.
ada saat dimana aku mengambil ketakutan dan membuang keberanian,
bersembunyi di balik jubahnya..
dengan pikiran naif aku dapat menghancurkan kegelapan ketakutan dari dalam,.
dengan harapan,..
walau aku tau,.
harapan hanyalah evolusi dari ke.putus.asa.an yang pahit...
itulah kenapa kadang aku benci melihat orang yang berharap banyak,..
seakan aku sedang melihat sosok "aku".
No comments:
Post a Comment