bulan ungu,. dan langit biru gelap bergradien dengan ungu muda,.
setidaknya itulah yang dia lihat setiap malam,.
mengingat jingga semu yang terlihat bergerak bergradient saat hujan sore hari,..
suara gerimis yg berderak derak menghujani lantai lantai..
yang membuat jantungnya juga semakin berdetak hebat,..
melihat cairan hitam kental di telapak tangannya,.
ingatannya bergerak cepat, membolak balik lembaran kisah masa lalu,.
kertas kertas buram, ulasan usang, lembaran lembaran kosong, lembar lembar penuh warnawarni,..
noda noda hitam di mana mana,..
bahkan warna tangannya pun sudah mulai memancarkan ungu redup,.. mendekati gelap,. mendekati mati,....
lembaran pelangi yang dia lihat tempo hari lalu layaknya ilusi semu yang begitu cepat berlalu,.
kadang orang lain memang diperlukan untuk mengingatkan kita kalau hal menyenangkan kemaren benar benar terjadi,.. bukan sekedar gumpalan awan yang dengan cepatnya berubah bentuk tertiup angin,..
tapi bulan malam ini benar benar berwarna ungu,.. ungu permen,.. seperti Purple Gumballs - Grape seharga $58.95.. warna yang dia sukai,.
melebihi sukanya pada warna biru di atas permukaan tanah,..
rumput yang berwarna merah, maupun laut yang berwarna hijau,.
baginya tak ada malam,. tak ada kegelapan,. yang ada hanya warna ungu muda yang cerah menggantikan hitam,.
tapi tidak dengan noda hatinya yang dia percaya kalau mereka memang menyebutnya hitam,.
ini sudah mencapai batasnya,. warna ungu redup yang terpancar dari para jenasah yang sering dia lihat di pemakaman itu sudah menghampirinya,. mungkin kali ini gilirannya,..
sudah cukup baginya,. sudah cukup untuk melihat dunia dengan caranya sendiri hingga akhir,. mengingat itu cukup memoles senyumnya,.
rambut panjang yang dulu pernah menjadi masalah karena memperdebatkan warnanya selagi masih di bangku taman kanak kanak,. kini terkulai tak berdaya di bahunya,.. di matanya rambut itu terlihat ungu muda,... begitu juga rambut anak anak lain,.
tapi seakan seluruh semesta mengkhianatinya,. semua orang setuju klo rambutnya lebih cocok di sebut hitam,.
psikiater yang dulu mengajarinya warna pun mulai terbayang di ingatannya,. mempercayai penglihatannya dengan menyebutkan warna yang orang normal lihat,. dan mulai menyadari perbedaan matanya terhadap mata orang lain,. mencoba mengesampingkan warna yang orang lain percayai,. dan memulai memberi nama sendiri pada warna warna dunianya,..
hidup di dunia warna nya sendiri,..
warna warna yang sangat ingin di tunjukkannya kepada orang lain, tetapi tak bisa,..
matanya sudah mencapai batasnya,. otaknya tak mampu lagi berfungsi maksimal,. cairan hitam kental yang sejak tadi keluar dari mata dan hidungnya juga tak mau berhenti mengalir,.
detak jantungnya sangat cepat,. kepalanya seperti terapit,. hanya menunggu waktu sampai tubuh pucatnya kehabisan darah,..
cairan hitam itu ikut berbaur bersama sisa sisa hujan sore hari,.. menuju pinggiran kolam kotor yang berdiri angkuh sang teratai,. yang berwarna jingga bergradien merah dan kuning,.
teratai yang tumbuh semakin cemerlang saat air di bawahnya semakin kotor.. sekilas dy berpikir,.
ini sama seperti pemerintah negeri ini yang semakin kaya dengan rakyat yang di perintah nya semakin miskin,.
seperti melihat gradient warna kontras yang timpang.
tapi dia tak peduli dengan hal itu, cepat cepat di hapusnya pikiran itu,..
dy benci politik,. dy benci konflik,.
baginya, dy ingin seperti bunga teratai,. yang dapat tetap hidup dengan indahnya walau keadaan lingkungannya seburuk apapun,.
dy ingin seperti bunga teratai,. yang superhidrofob tetap kering meski terapung di atas air,.
dy tidak ingin terganggu dan merasa risih oleh komentar orang orang yang menganggapnya berbeda,.
dy ingin tetap bersih,.
dengan warnanya sendiri,...
mungkin, saat ini memang paling tepat, di beranda, menatap bulan malam ini benar benar cantik,..
bulan dengan warna kesukaannya,.
tanpa ada oranglain yang mengusik,.. dy punya waktu semalaman memandang bulan dengan tubuh sekaratnya,.
benar benar,. malam yang indah untuk mati,..
dia tak mengalami buta warna,. dia cuma melihat warna secara berbeda,..
No comments:
Post a Comment